Bentuk-bentuk Tas dan Perbedaannya

Ketika mencari tas baik secara online atau langsung di toko, kita pasti sering menemukan istilah-istilah yang membedakan jenis-jenis tas. Atau sebaliknya, kita mungkin kesulitan mencari dan menemukan tas yang di cari karena kita tidak tahu apa nama dari jenis tas yang di cari.

Ada banyak tas yang dibuat berdasarkan bentuk dan ciri khas. Seiring perkembangannya, saat ini tas memiliki banyak variasi mulai dari bentuk, warna, model serta istilah nama dari banyaknya jenis tas tersebut. Jadi, sebelum kita mencari jenis tas yang ingin dicari, tidak ada salahnya mengenali jenis-jenis tas serta ciri khas dan bentuknya.

Berikut beberapa perbedaan bentuk tas :

1.Tas Ransel (Backpack/Rucksack)

Tas ransel merupakan sebuah tempat yang biasanya kita pakai di punggung serta memiliki dua buah tali yang memanjang kemudian melingkar ke bahu. Tas ini berfungsi untuk membawa barang-barang dalam jumlah yang banyak. Tas ini bisa digunakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, sekolah dan profesi lainnya.

DSC_0027.JPG

Beberapa orang menyebut tas ransel adalah tas rucksack, dan ada juga yang menyebut tas backpack. Sebenarnya, tas backpack dan rucksack merupakan jenis tas yang sama yaitu tas ransel, namun dari kedua istilah tersebut, masing-masing memiliki perbedaan. Perbedaanya terletak di penutupnya. Jika tas backpack memiliki resleting sebagai penutupnya, berbeda dengan tas rucksack yang memiliki tali serut pada penutupnya.

2.Tas Selempang (Messenger/Sling Bag)

Tas selempang atau yang dikenal dengan sebutan sling bag merupakan tas versi kecil dari tas mesenger atau disebut juga tas kurir. Tas ini memiliki ukuran tali yang panjang dan melingkar ke samping. Tas ini memiliki istilah/nama sendiri, yaitu tas messenger dan sling bag.

DSC_0025.JPG

Dari kedua istilah tersebut, memiliki perbedaan tersendiri. Yaitu, messenger bag merupakan tas yang berbentuk persegi dan persegi panjang. Memiliki ukuran yang besar dan bisa menampung barang lebih banyak, dan rata-rata messenger bag ini digunakan dengan cara di jinjing, namun sekarang banyak messenger bag yang digunakan dengan cara diselempang. Sedangkan, sling bag adalah tas berbentuk persegi atau persegi panjang namun dengan ukuran yang lebih kecil dari messenger bag.

3.Clutch Bag/Envelope Bag

Clutch bag merupakan jenis tas yang ukurannya lebih kecil dari handbag. Tas ini tidak memiliki tali seperti sling bag, sehingga digunakan dengan cara digenggam seperti dompet wanita. Hanya saja ukurannya yang lebih panjang.

DSC_0024.JPG

Beberapa orang menyebut clutch bag sebagai envelope bag, padahal kedua istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Sama hal nya dengan backpack dan rucksack yang memiliki perbedaan dari segi penutupnya. Jika beberapa clutch bag memiliki resleting pada penutupnya, maka envelope bag memiliki penutup dengan bentuk yang mirip seperti amplop. Walaupun memiliki istilah yang berbeda, tas ini menjadi tas yang populer dikalangan wanita.

 

Macam-macam Tas berdasarkan pembuatannya

Tas merupakan barang yang tidak pernah terlepas dalam kehidupan sehari-hari, entah itu untuk kegiatan bekerja, sekolah dan profesi lainnya. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika kita mengenal lebih dalam material pembuatan tas.

Di zaman modern ini, tas sudah banyak mengalami perkembangan, terutama dalam hal bahan bakunya. Hal tersebut sangat perlu diperhatikan mengingat sekarang ini, tas terus mengalami pesaingan di pasaran. Meskipun begitu, tas tetap dijadikan sebuah alat untuk membawa barang bawaan yang dapat menunjang aktivitas manusia setiap harinya. 

Berikut beberapa material bahan tas :

  1. Denim, Bahan denim ini merupakan bahan dasar pembuatan celana jeans. Namun, pada perkembangannya bahan denim tidak hanya digunakan untuk membuat jeans saja tetapi banyak juga yang digunakan untuk membuat jaket, kemeja, tas bahkan sepatu. Bahan denim merupakan kain yang terbuat dari bahan alam yaitu kapas atau katun (cotton).DSC_0016.JPG
  2. Kanvas, Bahan kanvas banyak digunakan dalam pembuatan tas jenis selempang, dikarenakan bahan kain kanvas memiliki material yang kuat. Kain kanvas yang sering digunakan untuk tas selempang adalah kain kanvas marsoto dan kain kanvas jenis terpal.DSC_0017
  3. Spunbond, Bahan spundbond atau yang juga dikenal dengan sebutan tas furing/nonwoven adalah bahan yang diproses secara mekanis dan menggunakan campuran kimia tertentu. Bahan ini memiliki tekstur rapat dan halus, cocok dijadikan pembuatan tas, packaging dan sebagainya. Maka dari itu, tas dengan bahan spunbond ini banyak digunakan pada jenis tas totte baggoodie bagsouvenir dan lain sebagainya. DSC_0021.JPG
  4. Dinierbahan dinier ini sepintas sama dengan tas jenis lainnya, namun jika diamati leih detail lagi, jenis tas yang terbuat dari kain dinier ini memiliki karakteristik yang unik dan berbeda. Bahan dinier ini memiliki karakteristik lembut dan fleksibel jika dilihat dari komposisinya. Selain itu, bahan tas ini juga kuat dan anti air sehingga barang-barang yang ada didalamnya tetap terjaga. DSC_0015.JPG
  5. Kulit, dalam dunia fashion, bahan material kulit atau leather merupakan salah satu penemuan tertuadalam kehidupan manusia, termasuk bahan material untuk tas. Bahan kulit sendiri sudah digunakan sejak zaman prasejarah. Bahan kulit yang paling umum digunakan adalah bahan kulit sintetis, dikarenakan bahan material yang kuat sehingga cocok dijadikan bahan dasar tas. DSC_0020

Perkembangan Tas dari Dulu hingga Kini

Dalam dunia fashion, Tas merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Tak hanya digunakan untuk memenuhi keperluan sehari-hari, saat ini banyak orang yang menggunakan Tas untuk menunjang penampilan atau untuk keperluan fashion.

Kemungkinan awal kemunculan tas pada zaman prasejarah. Dimana pada saat itu, tas masih terbuat dari bahan kulit dan kayu.

Perkembangan tas baru dimulai pada sekitar abad ke-14. Saat itu, Tas yang sebelumnya berbahan dasar kulit dan kayu, berkembang menjadi berbahan dasar kulit sintetis. Penggunaan kulit sintetis pada abad tersebut bukan tanpa alasan, dikarenakan penggunanaan kulit sintetis dijadikan alternatif saat bahan kulit asli sedang habis. Pada abad ini, tas dibuat dengan tali tas nya yang berukuran panjang dan digunakan untuk menaruh benda-benda berharga. Panjang tali tas tersebut mencerminkan status sosial dari pemakainya.

Screenshot_20171128-144612

Berlanjut pada abad ke-16, dibuatlah tas dengan bentuk handbag. Saat itu tas handbag dibuat dari bahan dasar kulit dengan tambahan kancing pengikat dibagian atasnya.

Lalu pada abad ke-18, sejalan dengan penemuan kereta uap dan perkembangan trend busana neo-classical, tas handbag semakin berkembang. Bukan hanya untuk membawa barang saja, tetapi untuk keperluan aksesoris wanita pada saat itu. Di abad ke-18 ini, kata handbag digunakan untuk tas yang dalam penggunaannya dengan cara di jinjing atau dengan menggunakan sebelah tangan, dan biasanyadipakai oleh kaum pria pada saat itu. Hal tersebut merupakan cikal bakal dan inspirasi untuk tas yang populer di kalangan wanita.

Masih di abad ke-18, tak hanya berkembangnya tas jenis handbag. Terciptalah tas koper yag digunakan saat berpergian. Lalu mulai dibuat tas rucksack militer yang digunakan untuk keperluan perang, pembuatan tas ini dikhususkan untuk para tentara dalam menyiapkan perlengkapan perang.

Sekitar tahun 1940-an, unsur minimalis mulai masuk ke trend  busana pada tahun 1940-an ini. Dimana hal tersebut berpengaruh terhadap tas jenis handbag. Pada tahun 1950-an, mulai muncul merek-merek tas, seperti Louis Vuitton, Hermes dan Chanel. 

Screenshot_20171128-144626[1].png

Mulai tahun 1960-an hingga sekarang, perkembangan tas mulai modern. Serta penggunaan bahan bakunya semakin beragam. seperti bahan denim/jeans yang dipakai oleh brand Lomberg. Alasan penggunaan bahan denim tersebut dikarenakan material bahannya yangkuat untuk sebuah bahan dasar untuk tas.

Menegakan Nilai-nilai Islam dalam Style Generasi Muda di Era Globalisasi

Cover

Jiwa pemuda memiliki peluang untuk mengembangkan potensi besarnya. Saat ini, generasi muda sudah mulai merintis usahanya sendiri dengan perjuangan dan tekad kerasnya. Mereka mengorbankan masa “fun”nya demi tujuannya. Mereka menekuni usaha yang beragam jenisnya, salah satunya fashion. Karena generasi mudalah yang paling uptade dengan fashion.

Tetapi pada umunya dalam hal fashion generasi muda dan muslim khususnya berkiblat pada barat, mengumbar aurat adalah cara mereka mensyukuri nikmat. Tak hanya itu, dalam dunia kerja kemolekan tubuh wanita pun dijadikan mesin pencetak uang. Dan itu bertentangan dengan syariat Islam. Karena Islam mengajarkan kepada wanita muslimah untuk tetap menjaga auratnya, terlebih lagi di zama globalisasi ini yang sudah sangat trendy dengan hal fashion.

Namun Insyaallah masih tersisa generasi muda muslim yang idealis, yang berjuangan atas nama islam. Pemuda yang siap mengahadapi dan menaklukan tantangan global. Meraka yang tetap mampu berjuang, berdakwah di era globalisasi ini.

Nanda Chaerunisa Awaliya merupakan salah satu sosok pemuda pemudi Islam yang idealis, berakhlak mulia, dan berjuang menegakan nilai islam. Di usianya yang masih muda ini, Nanda sudah bisa menghasilkan uang sendiri dengan usahanya sendiri. Saat ini Nanda adalah seorang Henna Artist dan CEO dari @officialfacemodels.

1

Dari video dibawah itu, kita mengetahui usaha nanda untuk mencapai keberhasilan usahanya sampai saat ini. Dan tujuan mulia dibalik itu semua, yang akan menjadi pelajaran bagi kita terlebih lagi generasi muda untuk membangkitkan semangatnya, dan tetap menjalankan kehidupan sesuai nilai-nilai islam.

Di balik itu semua, Nanda merintis usahanya sendiri sejak SMA, berawal dari hobi hingga menjadi penghasilannya, merupakan sebuah pencapaiannya.

Bukan tanpa alasan, dibalik usahanya itu Nanda memiliki tujuan yang mulia. Nanda menawarkan jasanya menjadi henna artist agar kaum muda saat ini terutapa muslim yang ingin tetap stylis tanpa harus menggunakan tatto ataupun kutek yang bisa menghalangi beribadah. Karena dalam islam, pekerjaan yang mulia adalah berdagang. Dan berdagang itu bisa berupa barang atau jasa.

Terlebih lagi, Nanda merupakan CEO dari @officialfacemodels yang merupakan ajang pencarian model bagi wanita muslimah yang berhijab. Seolah-olah nanda ingin “menyerukan” bahwa wanita berhijab pun tetap bisa menghasilkan uang dan menjadi model tanpa harus membuka auratnya.

Menegakan Nilai-nilai Islam dalam Style Generasi Muda di Era Globalisai