Pak Iyus, Kusir Dari Cipulir

Screen Shot 2017-12-04 at 10.50.56 PM

delman adalah kendaraan transportasi tradisional beroda dua, tiga atau empat yang tidak menggunakan mesin tetapi menggunakan kuda sebagai penggantinya. Variasi alat transportasi yang menggunakan kuda antara lain adalah kereta perang, kereta kencana dan kereta kuda. Nama kendaraan ini berasal dari nama penemunya yaitu charles Theodore Deeleman, seorang litografer dan insinyur pada masa hindia belanda. Tidak seperti di desa-desa, Keberadaan delman sebagai alat transportasi tradisional di Jakarta sudah sangat jarang apalagi zaman semakin maju di era digital saat ini, hanya ada beberapa delman yang masih tersisa di berbagai daerah di Jakarta salah satunya di daerah Petukangan jakarta Selatan.

Persaingan transportasi umum yang digawangi oleh internet, atau kerap dikenal dengan istilah online, rupanya, juga mempengaruhi stabilitas transportasi tradisional, seperti yang dialami oleh para kusir delman yang berlokasi di Jalan Swadharma, Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Transportasi tradisional yang menggunakan kuda sebagai penggeraknya ini, semakin terpinggirkan oleh transportasi dengan mesin berkekuatan tinggi yang dibawa dari negeri seberang, serta didukung oleh internet sebagai alat pemasarannya.

Screen Shot 2017-12-04 at 10.51.54 PM

Meski demikian, para kusir delman tersebut tetap terlihat mangkal di ujung jalan swadharma, tidak jauh dari pertigaan lampu merah Jl. Raya Ciledug yang mengarah ke Pasar Cipulir. Salah satu Kusir yang ada di jalan Swadarma adalah Pak Yusri. Pak Yusri atau yang akrab disapa Pak iyus Sudah mnejadi Kusir sejak Tahun 90an. Pria lanjut usia ini kini sudah menginjak usia 45 Tahun ini sedikit bercerita mengenai bagaimana roda pergerakan transportasi delman di tahun 2016 sekarang.

Menurut Pak iyus, total pendapatan belakangan ini menurun cukup jauh jika dibanding dengan 4 atau 5 tahun sebelumnya, pak Iyus juga menuturkan selain ojek online atau transportasi umum lain, kendaraan pribadi yang kini mudah didapat juga menjadi salah satu faktor menurunnya jumlah penumpang delman, Yang biasanya total pendapatan perhari bisa stabil di angka Rp 150.000-200.000, di tahun 2016 ini, menurut Harma, pendapatan harian terbanyak hanya sekitar Rp 100.000 apalagi di Musim hujan seperti sekarang, pendapatan lebih menurun lagi.

Pengrajin WC (Wantek Celana)

wantek

Wantek merupakan zat pewarna bahan kain yang sangat sesuai jika digunakan untuk menguatkan kembali warna celana ataupun jenis pakaian lain yang terbuat dari bahan jeans. Zat pewarna ini biasa digunakan untuk mewarnai pakaian supaya tampilannya terkesan lebih menarik dan terlihat berbeda. Banyak kesenjangan sosial yang tidak merata mengakibatkan seseorang berfikir kreatif untuk mendapatkan uang untuk bertahan hidup

Kelebihan wantek adalah bahwa terdapat warna pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita serta harganya yang terjangkau, harga terakhir dari wantek ini sekitar 3000an, anda dapat menemuinya ditoko-toko kecil hingga toko besar. untuk lebih jelas mengenai cara mewarnai jeans ini silahkan ikuti tahapan-tahapannya di bawah ini.

celana

Hampir setiap orang memiliki celana jeans, jenis celana yang tak lekang oleh waktu dan banyak digemari oleh seluruh kalangan ini memang sangat nyaman dipakai dalam berbagai situasi. Tapi dengan berlalunya waktu maka celana jeans kesayangan kita akan pudar/luntur warnanya, tekhnik mewantek (mewenter) jeans adalah salah satu cara perawatan jeans agar terlihat seperti baru. Anda ingin mengembalikan warna jeans atau memberi warna baru pada jeans anda? silahkan coba sendiri di rumah dengan menggunakan ‘wantek’, mudah dan murah.

Zat pewarna tekstil yang mamanya wantek ini adalah bahan pewarna pakaian yang hampir dapat dipakai untuk segala jenis pakaian baik itu kaos, kemeja, celana jeans dan lain sebagainyaUntuk menghasilkan warna jeans yang sesuai dengan selera, dibutuhkan pengalaman beberapa kali percobaan, yaitu jumlah bungkus wantek yang ditambahkan saat proses pengadukan/pencelupaan, cara-cara di atas dapat diterapkan pada jenis pakaian lain seperti kaus, kemeja, celana berbahan katun, dan lain-lain.

PROFESI DESIGN LIVERY BUS YANG JARANG DI TEMUI

Profesi adalah sebuah pekerjaan yang dilakukan oleh sebagian orang yang dimana profesi tersebut mereka lakukan demi mendapatkan nafkah untuk menghidupi keluarganya. Profesi apapun bisa dilakukan di zaman sekarang, desginer salah satunya yang masih dipandang oleh banyak orang. Miftahul Fauzi yang memilih profesi sebagai desginer livery bus, itu adalah profesi yang menekuni sebuah pembuatan design tampilan bus yang di buat sedemikian rupa dan dibuat atas permintaan owner yang mempunyai perusahaan bis tersebut. 

Fauzi telah menjalani profesi ini sekitar 2 tahun,  bermula dari kegemaran atau kecintaannya dengan salah satu transportasi bus di Indonesia ini membuatnya tertarik dengan sebuah design yang ada pada tampilan-tampilan bus yang ada.  Ketertarikannya itu membuat Fauzi mencoba untuk membuat design yang sederhana, sehingga terwujudnya suatu design yang membuat design tersebut di pakai pada salah satu perusahaan bus.  

Keunikan pada profesi ini ialah dimana hanya berawal dari hobi yang tidak di tekuninya hingga menjadi sebuah profesi yang bisa jadi itu adalah mata pencaharian untuk menghidupi keluarganya sehari-hari.  Keluarganya pun tak ada yang keberatan dengan profesi yang di jalaninya saat ini, sehingga dukunganpun tak lepas dari keluarganya tersebut.  

Di pulau jawa khususnya tidak banyak yang menekuni profesi sebagai designer livery bus ini,  sekitar 15 orang yang mungkin bisa dibilang menekuni profesi ini hingga ia telah di kenal oleh kalangan perusahaan bus ataupun para pecinta bus yang biasa di sebut ‘bismania‘. Tak jarang designdesign yang telah di buat itu pun di jiplak atau dibuat sama persis dengan pen-desgin aslinya, hanya biasanya di rubah ataupun di tambahkan pada bagian-bagian tertentu design tersebut.  Masalah itu sering di temukan,  bahkan adapula perusahaan yang mengambil desgin tersebut tanpa sepengetahuan si pen-designnya tersebut.  
Design livery bus ini di budget dalam 2 tipe,  yaitu ready stock sekitar 700 ribu rupiah hingga 1 juta rupiah. Sedangkan untuk pemesanan yang di inginkan oleh owner perusahaan bus tersendiri bisa sekitar 1,5 juta rupiah hingga 2 juta rupiah.  Design livery bus ini dapat di kerjakan dalam waktu 1 bulan atau bahkan bisa lebih lama,  karena sesuai dengan kesulitan desgin itu sendiri.  
Jadi, dalam profesi ini termasuk dalam profesi unik karena jarang seorang yang gemar men-design untuk menekuni hingga hobi tersebut menjadi profesi tetap yang digunakan untuk mata pencaharian seseorang sehari-hari.

Mak Sanem Pembuat Bungkus Gorengan

 

IMG_1075

Pekerjaan adalah kegiatan yang harus dilakukan orang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setiap hari manusia mempunyai kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dan tidak bisa ditunda, misalnya sandang dan pangan.

bermacam-macam jenis pekerjaan yang ditekuni seseorang Ada pekerjaan yang menghasilkan barang atau pekerjaan yang menghasilkan jasa. Pekerjaan yang menghasilkan barang disebut produksi atau pekerjaan yang menghasilkan barang untuk memenuhi kebutuhan hidup, yang dapat memiliki nilai ekonomi yang dapat mengangkat derajat ekonomi dari pekerja tersebut.

Oleh karna itu semakin tahun semakin sedikit pula lapangan pekerjaan yang ada disekitar kita, semua itu dikarenakan ekonomi global yang tertus naik turun sehingga membuat suatu perusahaan atau perorangan untuk mengatur modal untuk menghasilkan produk.

Oleh sebab itu semakin tahun makin banyak penggangguran yang bingung untuk mencari pekerjaan dikarenakan sulitnya lapangan pekerjaan, kalaupun ada pekerjaan mereka dituntut secara maksimal untuk mengerahkan semua tenaga dan pikiran sehingga membuat para pekerja semakin stress atau merasa tak mampu untuk melakukan pekerjaan tersebut .

Semua itu terjadi pada kisah seorang nenek sekaligus seorang orang tua tunggal dari seorang anak lelaki, nama dari seorang wanita tangguh itu ialah Mak Sanem adalah seorang wanita tangguh yang telah lama berjuang untuk mencari nafkah bagi ia dan anaknya yang selalu diselimuti garis kemiskinan, dia rela mencari dan meminta lembaran kertas yang masih layak pakai untuk dijadikan suatu barang yaitu pembungkus gorengan yang ia jual seharga Rp.3500 per 100 bungkus.

IMG_1066

Semua itu ia lakukan semata mata hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, karna jika hanya mengandalkan pekerjaan anak lakinya tidaklah  cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Mak sanem telah berpuluh puluh tahun menjadi seorang pembuat bungkus gorengan ia mempelajari itu semua secara otodidak hanya dengan bermodalkan selembar kertas yang dilipat lipat lalu di tempel dengan rebusan tepung sagu, mak sanem dapat membuat suatu produk yang dapat dijual dan bisa membantu memenuhi atau meringankan kebutuhan hidupnya selama ini.

Namun mak sanem sering bercerita bahwa hidupnya selama ini dipenuhi dengan kesusahan, namun dia tidak pernah menyerah dan tetap tersenyum bahagia dalam menghadapi semua cobaan ini, karna dia selalu percaya tuhannya tidak pernah tidur untuk mendengar seluruh isi hati dari mak sanem, dan dia juga bahagia karna ditemani seorang anak laki laki yang sangat menyayangi mak sanem selama ini.

Mak Sanem Pembuat Bungkus Gorengan

 

Lumut Pembawa Berkah

Untitled

Lumut merupakan tumbuhan pertama yang hidup di darat berwarna hijau kecil-kecil yang banyak tumbuh dan berkelompok membentuk bantalan (hamparan). Lumut merupakan tingkat struktural yang paling sederhana diantara semua tanaman di darat. Lumut hanya dapat ditemukan di tempat yang lembab, karena ketergantungan lumut yang masih sangat tinggi terhadap air, karena air memiliki peran penting dalam reproduksi lumut itu sendiri.

Kebanyakan orang menganggap tumbuhan lumut itu tidak berguna dan sering kali disebut sebagai hama atau tanaman pengganggu. Biasanya lumut ini tumbuh di tembok-tembok yang lembab atau di genangan air seperti di kali, sawah atau semacamnya.

a

Tetapi beda dengan pak Iwan ini, ia adalah salah satu dari ribuan orang yang memilih mencari rezeki dari persahabatannya dengan alam yaitu lumut.  Lumut menjadi gantungan utama ekonomi keluarga pak Iwan sejak  hampir 5 tahun. Biasanya lumut yang ia jual sebagai umpan untuk memancing ikan.

Seiring dengan banyaknya pemancing, lumut banyak dimanfaatkan sebagai umpan alternatif. Lumut bukan lagi tumbuhan yang tidak berguna, seringkali lumut menjadi salah satu tumbuhan yang dapat dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga banyak orang yang tertarik untuk membudidayakan sebagai peluang bisnis.

Biasanya para pemancing ikan memancing ikan menggunakan pelet, cacing, dan udang. Tetapi lumut hijau adalah umpan favorit untuk memancing ikan. Pada dasarnya mencari umpan lebih susah disbanding umpan-umpan yang lain.

Menurut salah satu konsumen, “lumut merupakan salah satu umpan favorit untuk memancing. Lumut menjadi umpan yang sangat jitu untuk memancing ikan mujair dan nila. Lumut yang dicari oleh para pemancing ikan adalah lumut yang panjang atau seperti rambut. Tetapi jika musim hujan, lumut ini sulit ditemukan di penjual-penjual”.

Biasanya para pembeli , membeli lumut dengan harga kisaran Rp.3000 atau Rp.5000. Banyak atau beratnya ia hanya mengira-ngira saja. Ia berjualan persis di sebelah danau tempat para pehobi memancing ikan menggeluti hobinya.

Menurut pak Iwan sendiri, penghasilan selama ia berjualan lumut alhamdulillah cukup untuk makan, dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Karena itu, lumut dapat dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain menjadi umpan untuk memancing, lumut juga dapat dibudidayakan sebagai bahan untuk hiasan rumah tangga, dan obat-obatan tergantung dari jenis lumut itu sendiri.

Pekerjaan Unik : Sampan Harapan

Untitled

Di tengah aktivitas lalu lintas kota yang padat, sebagian besar orang menggunakan transportasi modern seperti, ojek online, mobil motor, dan berbagai kendaraan umum lainnya.  Namun tidak bagi warga pedalaman kali cisadane yang masih menggunakan sampan untuk beraktivtas menyebrang kali dari satu sisi ke sisi yang lain. Hal tersebut di jadikan kesempatan bagi Ahmad untuk mengais rezeki, berprofesi sebagai penyebrang sampan ia lakukan demi memenuhi kebutuhan. Walaupun pekerjaannya beresiko, karena harus mengarungi sungai cisadane yang di kenal luas dan kedalamannya tinggi. Hal tersebut bukan menjadi halangan bagi Ahmad

Selain ahmad, yang menjadi penyebrang sampan juga banyak , di antaranya  warga kali pasir,warga cina benteng ,warga kelurahan babakan dan warga sekitar kali cisadane. Dengan bermodalkan sampan kecil mereka dapat mengais rezeki.  Mereka kadang menggunakan sampan milik sendiri atau milik orang lain. Tarif yang dikenakan untuk sekali menyebrang yaitu 5 ribu rupiah, sebelumnya tarif yang di kenakan 4 ribu rupiah, namun karena biaya perawatan yang mahal dan rumit ,tarifnya dinaikan.

Walaupun penghasilan dari pekerjaan pendayung sampan ini tidak terlalu menjanjikan, Ahmad tetap menjalani pekerjaan ini dan mencari pekerjaan lain demi memenuhi kebutuhan. Kadang kala kondisi sungai Cisadane yang berarus deras tidak membuat Ahmad berhenti mendayung, ia tetap konsisten dalam mencari nafkah untuk ke empat anaknya. Karena bagaimanapun, ia harus tetap mengais rezeki walau anaknya sudah ada yang bekerja dan berpenghasilan.Yang menarik dari profesi ini adalah walaupun banyak yang berprofesi seperti ini di lokasi yang sama , mereka tidak berebut dalam mengambil penumpang karena mereka yakin rezeki sudah ada yang mengatur.

 

 

CAHAYA HARAPANG SI TUKANG LAMPU REPARASI

bB

Begitu banyaknya pekerjaan unik di Indonesia. Bahkan segala hal bisa di jadikan pekerjaan di Indonesia. Salah satu pekerjaan unik yang ada di Indonesia adalah si penjual lampu reparasi, yang biasanya di jualkan di pinggir-pinggir jalan, dengan harga murah.

Salah satu tukang lampu reparasi yang ada adalah di daerah Pasar Lembang kecamatan Ciledug, kota Tangerang. Dan Bu Nurhasanah adalah salah satu penjual lampu reparasi yang ada di daerah Ciledug dan sekitarnya. Ia mulai berjualan lampu reparasi ini mulai dari satu tahun yang lalu. Dan Bu Nurhasanah menjualkan lampu reparasi setiap hari dari pukul 17:00 WIB samapi pada pukul 22:00 WIB.

Ia melakukan pekerjaan ini karena tuntutan kehidupan yang menyebabkan ia harus melakukan ini semua. Kebutuhan hidup di kota besar yang mahal, membuat ia dan sang suami melakukan hal-hal unik untuk memenuhi kebutuhannya. Yaitu dengan cara berjualan lampu reparasi.

Uniknya ia mendapatkan lampu-lampu tersebut dari ageng (pengepul) lampu atau ia mendaptkannya dengan membeli lampu yang sudah mati di pabrik lampu, lalu ia reparasi  atau ia service ulang sehingga bisa menyalah kembali dan akhirnya ia jual kembali.

aA

Dan uniknya lagi, walaupun ia menjual lampu reparasi yang harganya sangat murah. Tetapi dari setiap lampu yang ia jualkan, ia memberikan garansi kepada semua lampu jualannya. Garansi yang ia tawarkan cukup beragam, mulai dari garansi 2 bulan, 3 bulan, dan sebagainya. Jadi kalau ada pembeli yang membeli lampu di toko Bu Nurhasanah kurang dari masa garansinya lampu yang ia beli sudah mati. Maka pembeli itu bisa mendapatkan hak garansinya dengan cara menukarnya dengan yang baru.

Dari hasil jualanya Bu Nurhasanah mendapatkan omset minimal seratus ribu per harinya. Walaupun omset penjualannya tidak seberapa, tetatpi ia mengaku omset dari penjualan lampu reparasi ini bisa memenuhi kebutruhan ia dan keluarganya.

Lampu reparasi ini banyak di beli masyarakat karena harganya yang murah tetapi kualitasnya tidak semurah seperti harganya. Dan juga walaupun harga lampu reparasi ini murah tetapi penjual menyediakan garansi dari setiap lampu-lampu reparasi yang ia jualnya.

cC

Jarang yang menjual lampu reparasi seperti ini, dan bisa disebut penjual lampu reparasi, merupakan penjual yang unik. Karena mereka menjualkan barang unik yaitu lampu reparasi. Dan mereka bisa mendaur ulang limbah bohlam lampu yang tidak terpakai, menjadi barang yang dapat di jual kembali.